Ratna Zakiyah Blogs

November 29, 2008

Si Perfectionist, Asti!

Filed under: Me n My Friend — katahatiratna @ 4:24 pm

Wastuwidyawati, itu nama lengkapnya. Aq baru tau kalo dia punya nama belakang Rahadi. Tu sapa ti?:D

Dia teman kuliahku. Ntah kenapa dia terpilih menjadi orang ketiga yang ingin aq deskripsikan di blogku ini. So buat asti, berbahagialah anda…hweheheh…

I learn much from her. Dari dulu, ntah kenapa aq sering banget sekelompok ma dia. Ternyata Allah hanya menyuruhku untuk belajar banyak dari si cewek yg cinta mati ma dunia jurnalisme ini.

Dia tuh pengertian banget. Dia selalu memaklumi kalo aq ga dateng pas ngumpul bareng ngerjain tugas kelompok kita. Walopun kutau, pasti dalam hatinya pengen nglipat-lipat aq jadi 7 lipatan. Dia tau, kalo aq punya side job diluar sana. Palingan kalo aq minta maap karena ga dateng, dia cuma tersenyum sambil bilang, “iya na…ga papa…”. padahal….errrggghhhhh….!!!!^_^

Hal lain yang ku pelajari darinya adalah, dia tuh perfectionist. Itu menurutku! Apa segalanya mesti serba sempurna. Anaknya detail banget. Dan yang paling penting nih, dia tu rapi jali! Jujur aja ya ti ya, aq tuh nyuri ilmumu ngatur file di computer. File-file disusun rapi berdasarkan topiknya, trus dimasukkan ke folder-folder. Tu yang bikin folder dicomputerku jadi agak rame dan rapi serta gampang nyarinya. Ada Folder mata kuliah, folder organisasi, folder pribadi, etc. Rapi bangetkan? Itulah ilmu curianku dari asti. diikhlaskan ya ti..:D

Trus apalagi ya? Asti itu profesional banget. Dia akan bertanggung jawab penuh dengan apa yang diamanahkan ke dia. Dia rela jauh-jauh turun ke pleburan buat Manunggalnya. Dia akan rela bela-belain meluncur ke Kalibanteng buat Pilarnya. Dan itu semua dia lakukan bertemankan bis kota. karena ku tau, dia ga bisa bawa motor. Hwehehehe…sorry ya bu, blom sempat memenuhi janji ngajarin kamu bawa motor. Abisnya bingung mo gimana caranya..kapan-kapan deh ya…kalo ga, kamu nikah ma pembalap aja,ntar kamu berguru langsung dengan ilmu yg lebih MANTAP!Piss bu \/

Kalo aq dah ketemu dia, udah deh dunia seperti milik berdua, dan yang lain pada ngontrak ma kita. Setahunnya sih 2jt aja..ga mahal-mahal..(loh kok?!)hihi…Kita tuh pasti bakalan bercandaan, ketawa-ketiwi ga jelas. Ada aja yang bikin kita ketawa.Ceritain inilah, itulah, siinilah, siitulah…hwehehehe…i miss that time!

Tapi, ga selamanya kita sevisi. Kita sering juga debat buat beberapa hal. Mpe panjaaaaaang dan melelahkan. karena masing-masing kita tetep keukeuh dengan pendapat kita masing-masing. Asti kalo punya pendapat, susah banget bantahnya. Ga jauh-jauh beda sih ma aku. Tapi kita tetep profesional kok debatnya. Walopun pada akhirnya kita ga nemu kata sepakat dalam perdebatan kita, kita tetep damai! Debat selesai, persahabatan lanjut doooong…

Tau ga dia nulis apa buat nama dia diphonebook hpku? Asti idolaku! Narsis bgtkan?!Berasa artis banget tu anak!hihi…

Aq lagi kangen banget ma tu anak. Kangen pengen becandaan, cerita-cerita lucu dan gila lagi. Saat ini, lagi-lagi aq harus berada jauh dari orang-orang yang aku sayangi. Dia berada di negeri antah berantah. Kenapa antah berantah? Karena emang suka ga jelas. Kemarin bilang, mudik slamanya ke Palembang. Eh tau-taunya besoknya dia dah Dijakarta aja. Tiba-tiba sms dah nyampe aja di Semarang. Anehkan? Emang!(kapan sih ratna ga punya temen yang ga aneh?)

Meskipun dia kadang-kadang gokil, tapi aq tau dia punya prinsip hidup yang bagus. Meskipun dia bilang dia kecewa dengan seseorang karena suatu hal, ia tak menggeneralisir itu smua ke semua orang. Ia cukup realistis dan terbuka. Aq masih inget dia pernah bilang, “Aq hidup cuma buat nyari cinta Allah kok na.”

Asti…asti…Selamat mencari kehidupan yang lebih baik ya non. Aq tau, pasti kamu bakal bisa berbuat banyak hal yang bermanfaat dengan segala macam pengalamanmu selama ini. Aq tau, pasti kamu akan bisa menjadi Asti yang lebih baik dari yang sekarang.

Selamat mencari jalan cinta Allah say…

Yakinlah,suatu saat nanti kamu pasti akan menemukan kesempurnaan cintaNya.Cinta yang ga akan pernah menyakitimu…

Loph u say…

Pekanbaru,29 November

Pukul 11.21 PM

November 25, 2008

Selasa, 25 November 2008

Filed under: Hari-hari diHariku (Cathar) — katahatiratna @ 10:33 am

It’s Very a nice day! Tu mungkin kalimat yang paling tepat untuk mengawali ceritaku hari ini.

Gimana ga menyenangkan? Tadi Pagi pas mo berangkat ke kantor, ban motor bocor. Hwhehehe…alhasil, mesti ke tambal ban dulu, dan akhirnya telat ke RSUD. Nyampe RSUD, beneran para fansku, udah nungguin…:D

Keindahan yang kedua, pas mo balik ke kantor, kebetulan aq mesti ngangkot. Yahh…ceritanya merakyat dikitlah..Tau-taunya ditengah jalan, gara-gara aq sendiri yang masih mo ketempat terminal akhir tu angkot, aq diturunkan dan dioper ke angkot yang lainnya. Bete? Jelaslah!

Ternyata penderitaanku belom berakhir sampai disana. Angkot yang aq tumpangi ternyata muter, ga lewat depan kantorku. Mana tu sopir angkot malah nyalahin aq lagi. Katanya aq ga ngomong mo turun di depan kantorku. Yeee….ya mana aq tau kalo dia mo muter? Bertambah bete?Oh tentu saja!

Entahlah..hari ini benar-benar hari yang menyenangkan buatku. Aq tau, ni pasti teguran dari Allah, karena Ia tau, hatiku sedang kacau saat ini. Hatiku tengah penuh dengan kebencian yang seharusnya ga boleh aq terus pelihara. Tapi aq tetaplah manusia yang masih belajar untuk mudah memaafkan dan berusaha dimaafkan oleh orang-orang yang menyakitiku dan tanpa sadar tlah ku sakiti.

Ya Allah, bantu aku untuk belajar memaafkan diriku. Terlalu banyak kisah indah yang kau tuliskan dalam episode kehidupanku, yang menunjukkan betapa sayangnya Kau padaku. Aq menangis? Jelas aku ingin menangis karena segala apa yang kualami benar-benar diluar dugaanku. Tapi aku tau, semua itu indah. Sangat indah. Kalaupun saat ini aku masih dipenuhi rasa kesal, sakit hati bahkan mungkin dendam, aq tau, aq harus berusaha menghilangkannya. Karena itu semua hanya akan merugikan diriku sendiri.

Sesakit apapun orang menyakitiku, aq akan berusaha untuk tak menyakitinya kembali. 

Semoga Allah memaafkanku, membantuku memaafkan diriku sendiri, Membantuku memaafkan orang-orang yang menyakitiku, dan membantu orang-orang yang aq sakiti untuk memaafkan khilafku pada mereka.

Aq sayang Engkau ya Allah…^_^

Thanks for everything.

It’s my new life!It’s My new Day!It’s My new Spirit!n It’s d New me!

November 24, 2008

Kali Ini Menangislah…

Filed under: Hari-hari diHariku (Cathar) — katahatiratna @ 9:02 am

Menangis! Pekerjaan yang paling aku sukai. Karena setelah menangis aq pasti akan merasakan kelegaan yang luar biasa.

Menangis! Aktivitas yang mungkin dianggap orang adalh aktivitas yang sia-sia dan membuat kita menjadi tampak lemah dihadapan orang lain. Tapi buatku tidak. Karena aku tak suka menangis dihadapan orang banyak. Aq lebih suka berlari ke kamar mandi, menghidupkan keran sekencang-kencangnya, dan menangis sepuasku. Setelah itu, aq akan keluar dengan senyuman terbaikku.

Menangis! Bila ku mendengar namaNya disebut, aku akan menangis. Bila Ku mendengar kisah yang menggetarkan hatiku, aq akan menangis. Bila ku membaca kisah seseorang yang menemukan Ia dalm hidupnya,aq pun akan menangis. Dan bila hati ini tersakiti, pasti aku akan menangis.

Kali ini aq menangis. Menangis untuk sebuah kekonyolanku. Ditengah riuh rendah suara pasien, aq berlari kekamar mandi, untuk menangis. Tapi setelah itu, aq puas. setidaknya aq menangis untuk sebuah kepastian. Entahlah, setelah itu, ada sebuah kelegaan besar menelusup dlm hatiku.

Saat ini, aq pun ingin menangis. Menangis untuk perjalanan hatiku mencari keikhlasan terhadap apapun yang berlaku dalam hidupku.

Allah ciptakan mata ini dengan kantung air mata, karena Ia tau, menangis dpt melegakan hati yang dirundung masalah. Kali ini, menangislah untuk sebuah kebahagiaan. Karena kesedihan itu, hanya mindset seorang manusia. BagiNya apa yang berlaku pada hambaNya, pasti untuk sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan abadi. Mungkin bukan untuk saat ini. Tapi pasti, suatu saat nanti…

November 21, 2008

Yang Terabaikan

Filed under: Uncategorized — katahatiratna @ 12:47 pm

Disuatu kesempatan, dalam sebuah acara tausiyah yang dihadiri oleh mayoritas saudari-saudari saya yang sangat saya kagumi kesholehannya, panitia membagi-bagikan snack untuk peserta dengan cara estafet. Snack tersebut dibagikan panitia dari depan ke belakang. Ketika salah seorang al ukh mengoper snack tersebut ke peserta yang ada di belakangnya, ia memberikan tanpa sedikitpun membalikkan badan ke belakang. Ia tetap serius memperhatikan pembicara. Saya mengelus dada!

Dalam kesempatan lainnya, disebuah acara yang juga dihadiri oleh mayoritas saudara-saudara saya, yang begitu saya kagumi karena keluasan ilmu agama mereka, saya menjadi panitia bersama salah seorang saudari saya. Peserta satu per satu datang. Saya dan rekan saya menyambut mereka. Peserta datang tanpa senyuman, dan panitia pun tak juga tersenyum. Saya kembali mengeluskan dada!

Apakah teman-teman mengerti mengapa saya mengeluskan dada? Hati saya miris! Miris sekali! kenapa? Kenapa dengan objek dakwah kita bisa selalu tersenyum manis? Karena memang itulah modal utama kita. Tapi mengapa, untuk saudari kita, yang sama lelahnya dengan kita berjuang dan bertahan di jalan dakwah ini, kita sulit untuk membagikan senyuman manis itu?

saya berkhusnudzon, mungkin pada kasus pertama, al ukh tersebut sangat memperhatikan pembicara hingga tak terlalu memperdulikan snack yang diberikannya pada saudari yang ada dibelakangnya. Tapi, apa begitu sulit untuk sekejap  membalikkan badan lalu memberikan snack tersebut dengan senyuman hangat kita? bukankah yang namanya akhlak tak mengenal waktu dan tempat? Bukankah akan lebih sopan dan menyenangkan bila kita memberikan dengan membalikkan badan kita? memang ini terdengar sepele, tapi ini penting buat saya.

ada Hal yang mungkin terabaikan. Saat ini, kita terlalu sibuk bagaimana menjaga objek-objek dakwah kita agar tetap bersama kita. Tapi terkadang, kita lupa untuk menjaga kehangatan kita bersama saudara-saudara kita.

Bukankah mereka masih berhak atas senyuman manis kita ketika bertemu? Bukankah merek juga masih berhak dengan pelukan hangat kita ketika bersua? Bukankah mereka masih berhak atas pertanyaan,”apakabar anti hari ini?”. Dan sejuta kemesraan-kemesraan ukhuwah yang dulu sangat kita rasakan pada awal-awal kita memasuki dakwah ini. Bahkan menurut saya, mereka jauh lebih membutuhkan itu saat ini.

Jalan dakwah ini terlalu berat untuk dilalui sendiri. dan pelukan, sapaan, sms, bahkan hanya senyuman dri saudara-saudara kita sedikit banyak bisa mengurangi kepenatan, kelelahan dan kesedihan yang ada dalam hati ini.

Dan satu hal yang jangan pula kita abaikan, Doa!Doakanlah saudara-saudaramu. Bayangkanlah wajah-wajah mereka dalam doa robithohmu. Itu Jauh lebih menguatkan dari apapun. Bukankah ketika kita mendoakan sebuah kebaikan untuk saudara kita, maka pada saat itu malaikat mendoakan hal yang sama untuk kita? Jadi, mengapa kita harus pelit dalam mendoakan saudara kita?

So,mulailah menghilangkn hal yang terabaikan itu. Mulailah untuk memenuhi kembali hak-hak saudara-saudara antum, yang dulu mungkin sempat terlupakan. Karena apa? Karena mereka adalah harta yang paling berharga yang yang mungkin tak antum sadari..

^_^

October 13, 2008

Terima Kasih Cinta

Filed under: Ini Hatiku — katahatiratna @ 2:44 pm

Just want to share…

Beberapa hari yang lalu,aku lagi dapet nikmat sakit. Cuma sakit mata,tapi ternyata cukup mengganggu aktivitasku. Karena mataku bengkak,aku mutusin ga ngantor dan izin sehari. Tapi,justru disaat aku tengah mendapat nikmat sakit itu,aku menemukan banyak sekali hikmah.

Apa yang kutemukan? Bahwa aku punya banyak sekali cinta! :)

Baru sehari ga ngantor, ternyata temen-temenku merasa kehilangan aku. Bukan ge-er ato apalah, tapi ya emang seperti itulah keadaannya. Temen-temen dari RS nelponin,nanyain keadaanku. Yang dari kantor juga gitu. Aku emang cuma cuti sehari. Dan keesokan harinya, semuanya nanyain keadaanku. Yang katanya rencananya mo jenguklah,dsb. Subhanallah…perhatian yang begitu tulus.

Aku merasakan begitu banyak cinta disekelilingku. Kadang,dikala hati tengah merasa kesepian dan sepertinya akan kehilangan cinta, Allah masih mengingatkanku, bahwa aku hanya akan kehilangan sepotong cinta, dan aku masih menyisakan 999 potongan cinta lainnya. lalu apa yang harus aku sedihkan? Sakitku memang tak seberapa, tapi aku menyadari bahwa sehatku akan memberi kebahagiaan bagi orang disekelilingku. Paling ga, sehatku akan kembali “menggemparkan” kantorku dengan celotehanku, yang bisa membuat orang-orang disekelilingku tersenyum.

Memang, kadang kita merasakan cinta yang ada buat kita begitu besar, ketika kita jauh ataupun tak bertemu dengan orang-orang yang mencintai kita. Tapi haruskah kita merasakan cinta itu ketika ketiadaan kita?

Maka, bila saat ini kita tengah terpuruk dengan masalah kita, ataupun tengah diberi nikmat sakit, maka jadikan orang-orang yg mencintai kita sebagai alasan kuat bagi kita untuk tetap bertahan. Percayalah, ada begitu banyak cinta mengelilingi kita. Cinta yang tulus itu akan ada karena ketulusan kita mencintai orang-orang disekeliling kita.

Maka hiduplah dengan cinta. Maka bertahanlah demi cinta. Maka sehatlah untuk orang-orang yang mencintai kita. jangan sampai kita terlambat menyadari energi cinta yang selama ini mengelilingi kita. Percayalah, cinta itu ada untuk kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang cinta mencintai hanya karena Allah SWT. Amin

Terima kasih cinta…

October 8, 2008

Ngantuk Euy!

Filed under: Hari-hari diHariku (Cathar) — katahatiratna @ 8:28 am

sebenernya ni lagi kerja. Tapi biasalah…virus ngantuk kan lagi gencar-gencarnya kalo jam segini. So, daripada terlena dengan ngantuk yang malah bikin konsentrasi kerja menurun (halah!), mending juga nge-blog, ya kan?

mataku lagi sakit. Bintitan gitu. ga elit banget ya sakitnya..hehe..tapi, lumayan mengganggu juga sih..

Sebenarnya juga lagi bete ma beberapa temenku. Yang ngrokok sembarang tempatlah, yang marah-marah ga jelaslah, ada-ada aja deh pokoknya! tapi ya itulah yang namanya berteman, pasti suatu saat akan timbul perbedaan dan kesalahpahaman. Namun bagaimana kita mengatasinya dengan kedewasaan, itu yang patut dipikirkan. (ciye bu..sok dewasa bgt sih?)

udah ya…ngantuknya dah hilang!hehehe..

c u..

October 6, 2008

Yang Ke-23

Filed under: Ini Hatiku — katahatiratna @ 9:40 am

Sebenarnya ingin menulis kemaren, namun berhubung pulsa internetnya habis dan agak-agak sedikit lelah karena sibuk berkeliling selama seharian, akhirnya baru bisa menulis sekarang.

Kemaren, genap sudah 23 tahun jatah hidupku berkurang. Apa kabarmu wahai hari-hariku? Sudahkah aku memanfaatkanmu dengan mengisinya dalam kebaikan? atau justru banyak terhabiskan dengan kemaksiatan? Naudzubillahiminzalik

Jam 12 malam ke atas, hpku sibuk berbunyi. Subhanallah, ternyata sms doa dari orang-orang yang ku cintai. Ternyata meskipun telah lama tak bersua, mereka masih ingat dengan miladku. Jujur, aku terharu.

Aku bersyukur, karena malam itu aku bisa menghabiskan 1/3 malamku dengan berkhalwat bersama Allah. Sewaktu shalat isya, Aku berdoa agar aku dimudahkan untuk terbangun malam itu. Dan ternyata Allah masih mengizinkan aku untuk terbangun, bahkan dengan sangat mudah. Kucurahkan seluruh konsentrasiku untuk menikmati malam itu bersamaNya. Aku memuhasabahi diri ini. Apa yang telah kulakukan selama ini? Bagaimana dengan waktuku yang telah berlalu? Bermnfaatkah atau bermaksiat?

Namun, ditengah segla evaluasi diri, aku pun banyak bersyukur. Bersyukur atas cinta yang Allah berikan padaku selama ini. Aku punya keluarga yang sangat aku sayangi, aku punya sahabat yang merupakan bagi dari separuh hidupku. Terlebih, aku bersyukur tas nikmt hidayh yang Allah percayakan padaku saat ini. Semoga aku diberi kekuatan untuk menjaga semuanya itu hingga saatku bertemu denganNya. Amin

Diumur yng ke-23, ada sebuah perenungan kecil yang menjadi agenda baru dalam setiap doaku. Mau tak mau, aku harus sadar, bahwa akupun harus memikirkan ttg PERNIKAHAN. Oh,Gods…malu banget rasanya. Siapkah aku dengan sebuah komitmen seberat itu? Selama ini, bahkan untuk berdoa minta jodoh saja, aku malu pada Allah, apalagi berpikir lebih dari itu. Entahlah, kalo dah masalah yang satu ini,aku lebih baik ambil langkah seribu, daripada membahasnya. Ga Dewasa banget ya?!

Aku tau, itu semua butuh proses. Dan semoga perenungan kecilku bisa menjadi sedikit ikhtiarku untuk berpikir lebih tentang “menggenpkan separuh dien”. Amin

Kali ini,yang ke-23. aku tak tau, apakah ada yg ke 24, 25, 26,dst.. Yang ku tau,aku harus berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya hari ini. Hari dimana aku masih bisa bernafas dan bergerak. Pilihan hidup itu cuma 2, memanfaatkan waktu dengan kebaikan atau dengan kemaksiatan. Semoga Allah membantuku untuk memanfaatkannya dengan kebaikan. Amin

October 1, 2008

CATATAN AKHIR RAMADHANKU

Filed under: Ini Hatiku — katahatiratna @ 6:05 am

Ramadhanku…ternyata kau harus pergi juga..

Ga terasa, hari ini adalah tanggal 29 Ramadhan. Sudah 29 hari kau bersamaku. Suka atau tak suka, siap atau tak siap, kau harus pergi meninggalkanku. Ya Rabb…apa kabar ramadhanku selama ini?

Aku tak tau, apakah selama bersamamu, telah kumanfaatkan waktuku sebaik-baiknya. Aku tak tau, apakah aku telah menyambutmu dengan sebaik-baiknya sambutan atau tlah kusia-siakan hadirmu disisiku?

Ada begitu banyak perubahan kondisi dalam Ramadhanku kali ini. Ini pertama kalinya aku kembali berpuasa penuh di kota ini. Di tempat yang sangat jauh kondisinya dari kondisiku beberapa tahun yang lalu. Kalau dulu, 75% Ramadhanku ku masih kuhabiskan dengan saudara-saudaraku, dalam lingkungan yang sangat amat kondusif. Teman-teman yang selalu bisa menjadi semangat tersendiri bagiku untuk memanfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya. Selalu ada semangat tersendiri untuk terus bertilawah, untuk senantiasa berbagi, untuk terus menghidupkan malam dengan tahajud dan tarawih.

Namun, saat ini aku harus berjuang sendiri untuk mencapai keadaan itu. Tak ada lagi teman yang mengingatkan secara langsung. Aku tau, suatu saat nanti, aku akan bertemu dengan keadaan ini. Tak selamanya aku akan bersama-sama dengan mereka. Aku harus siap dalam keadaan itu, suka atau tidak suka. Tapi, ketika ku bertemu dengan keadaan itu saat ini, ternyata itu semua berat banget.

Ramadhan kali ini, aku harus melaluinya sendiri. Tanpa mereka, yang menjadi inspiratorku. Aku tau, aku tak boleh mengeluh dengan keadaan, karena itu berarti aku tak mensyukuri keadaanku saat ini. Justru bisa jadi, saat ini keikhlasanku tengah diuji. Apakah ibadah yang aku lakukan selama ini, benar-benar karena Allah, atau karena apa?

Selama Ramadhan ini, mereka sebenarnya tetap menemaniku, meskipun dalam bentuk maya. Selalu ada sms ataupun telepon yang berisi semangat bagiku, untuk tetap memberikan yang terbaik untuk Ramadhan ini. Jadi sebenarnya tak ada alas an bagiku untuk menyerah pada keadaan.

Aku tau, ada banyak perubahan dalam Ramadhanku kali ini. Target ibadahku mungkin tak sekencang dulu. Tapi, dalaam segala ketidaksempurnaanku dalam mengisi ibadah ini, aku tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik.

Dalam hati, aku takut. Takut kalau-kalau ini adalah Ramadhan terburukku. Aku takut kalau aku belum mampu memberikan yang terbaik itu, untuk Ramadhanku. Aktivitasku saat ini seharusnya tak menjadi penghalang untukku memaksimalkan ibadahku. Apalah aku dibandingkan Rasulullah dan para sahabatnya. Apalah aku dibandingkan dengan ulama-ulama besar itu. Dengan keadaan yang jauh lebih sulit dariku, dengan keadaan yang mungkin lebih sempit dariku, mereka tetap bisa memberikan yang terbaik untuk Ramadhannya. Bagaimana mungkin aku bersembunyi dibalik aktivitasku yang ga ada apa-apanya dibandingkan mereka? Dzalimnya aku ya Robb…

Sekarang sudah 29 Ramadhan. Itu artinya tinggal sehari lagi kebersamaanku dengan mu wahai Ramadhanku. Terlalu sayang Allah padaku, mempercayakan Ramdhan ini, hingga hampir dipenghujungnya kepadaku. Terlalu sayang Allah padaku, hingga memberiku kesempatan bertemu dengan bulan yang penuh dengan barokah ini. Disepuluh hari terakhir ini, aku ingin sekali menikmati Ramadhan ini, dengan beritikaf. Namun skali lagi, aku harus menerima keadaanku saat ini, yang tak sebebas dulu.

Di penghujung Ramadhan ini aku berdoa,

“Ya Allah terimalah segala ibadah yang ku lakukan selama Ramadhan ini, meskipun jauh dari sempurna.

Ya Allah berikan aku keberkahan malam seribu bulanMu meskipun ku tau ku tak pantas mendapatkannya, tapi izinkan aku memantaskan diriku ini.

Ya Allah jadikanlah aku hambaMu yang bertaqwa, yang meraih kemenangan sejati dari tarbiyah RamadhanMu ini.

Ya Robb, semoga aku mampu meramadhankan hari-hariku diluar Ramadhan, semoga kebergantunganku padaMu semakin dalam dan semoga Kau memberkahi aku dan saudara-saudaraku.

Bagaimana catatan akhir Ramadhanku? Hanya Engkau yang maha tau. Aku hanya bisa berdoa, semoga catatan akhir Ramadhanku bisa menjadi tiket surga bagiku tuk bertemu dengan wajah cinta sejatiku, Engkau dan RasulMu. Amin

GAMIS PERTAMAKU

Filed under: Hari-hari diHariku (Cathar) — katahatiratna @ 5:56 am

Hihihi….

Akhirnya, setelah berrumur 23 tahun, aku punya gamis juga. Kenapa sih punya gamis aja kok heboh banget? Mungkin buat sebagian orang, yang tidak terlalu mengenalku, menganggap punya gamis seharusnya ga mesti seheboh ini. Tapi, buatku pribadi, punya gamis itu, merupakan sebuah kemajuan besar dalam hidupku.

Menurutku, gamis tu bukan sebuah baju biasa saja. Aku tuh sebenarnya senang banget liat orang pake gamis. Kok kayaknya, cekbang alias cewek banget. Aku yang blingsatan bin pecicilan gini, ga pantes banget deh pake gamis. Temen-temenku banyak banget yang memaksaku buat pake gamis. Tapi…ga deh!Tapi akhirnya, tepat tanggal 29 Ramadhan atau 29 September 2008, aku berhasil menghilangkan semua stigma yang aku buat-buat sendiri itu.

Awalnya, aku mencari gamis buat adikku. Tapi pas keliling-keliling pasar, aku ngliat sebuah gamis yang maniiiiiisssss banget. Warnanya tu pink, sesuai dengan warna kesukaanku, modelnya tuh simple banget, ga terlalu rame. Aku ga langsung beli. Baru Tanya-tanya. Ragu juga pas mo beli, selain karena harganya yang cukup lumayan, aku juga belum terlalu yakin mau pake gamis. Tapi jujur, gamis itu terus terbayang-bayang dikepalaku. Ga biasanya tuh!

Dan akhirnya, hari ini, papa ngajakin aku kembali ke pasar itu. Geli sendiri sebenarnya, ngebayangin aku pake gamis. Jangankan pake gamis, pake baju biasa aja, sering menimbulkan komentar yang menghebohkan dunia persilatan. Hihihi…asa seleb banget sih bu?!

Akhirnya setelah tawar menawar harga, ketemulah deal harga gamis tersebut. Aku beli dua, yang pink buatku dan yang putih buat adikku. So…inilah gamis pertamaku. Ga tau, dah dibeli bakal dipake apa ga. Jangan-jangan malah jadi ga pede sendiri.

Hihihi…ketawa lagi ah…J

Ten things I hate to be leaved with Ramadhan

Filed under: Ini Hatiku — katahatiratna @ 5:46 am
  1. Kehilangan kesempatan beramal dengan pahala berlipat ganda
  2. Kehilangan waktu-waktu yang setiap detiknya menjadi waktu yang diijabah Allah setiap doa kita
  3. Kehilangan kesempatan mendapatkan malam yang lebih baik dari 1000 bulan, Lailatul Qadar. Padahal umur kita belum tentu mencapai 1000 bulan.
  4. Kehilangan pemandangan mesjid yang dipenuhi dengan jamaahnya bahkan sampai tak mampu menampung jamaah yang datang
  5. Kehilangan aura atau suasana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan
  6. Kehilangan sms taujih yang senantiasa memenuhi inbox hp selama Ramadhan, meskipun itu karena gratisan dari provider
  7. Kehilangan kesempatan berkumpul dengan keluarga dan sahabat yang lebih banyak kita dapatkan selama Ramadhan ini
  8. Kehilangan acara-acara televisi yang bermutu, yang ketika kita menontonnya, mengajak kita mengingat Allah
  9. Kehilangan iklan televisi yang menggugah hati untuk senantiasa berbagi dengan sesama
  10. Kehilangan pemandangan sejuk mata tanpa wanita yang mengumbar auratnya

Aku yakin, sebenarnya ga hanya 10 hal di atas yang membuat kita tak suka ditinggalkan Ramadhan. Tapi suka tak suka, ia hanya menemani kita selama 30 hari. Ramadhan boleh pergi, kita pun tak tau kita masih bisa bertemu dengannya tahun depan atau tidak. Namun suasana, semangat dan cinta yang kita tumbuhkan selama bersamannya, tetap bisa ada dalam hati dan hari-hari kita selanjutnya. Hingga kita bertemu lagi dengannya atau kita bertemu langsung dengan Sang Pemiliknya yang agung, Allah SWT. Amin

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.