Sudah beberapa hari ini saya sering mengeluh dalam hati. Mengapa orang-orang suka melanggar trafic light? Saya sadar banget, kalau setiap orang pasti punya urusan sendiri-sendiri. Tapi masalahnya adalah bahwa yang punya urusankan bukan dia aja. lalu mengapa harus menjadi orang yang egois?
Mengapa kita tidak berusaha bersabar dengan peraturan yang dibuat untuk keselamatan kita juga?
Terkadang aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh karena memilih tetap diam tak bergerak ketika lampu merah sedang menyala, padahal dari arah lawan sudah tidak ada kendaraan. Saya punya pengalaman. Sewaktu saya pulang kantor, saya berhenti dibarisan paling depan sebuah traffic light. Dari arah lawan sebenarnya sudah tak ada kendaraan lagi. Tapi karena belum lampu hijauu, saya memilih tetap diam. Dari belakang, sebuah mobil engan tidak sabarnya terus menerus mengklakson saya. Bete bgt rasanya!
Rasanya tuh ya, pengen turun dari motor, trus bilang kepemilik mobil,”Pak, masih merah tuh! Ga liat apa?!”. Tapi, berhubung saya agak masih sedikit normal, saya cuma ngliatin tu mobil.”Sabar napa pak?!”. ujar saya dalam hati.
Bagi saya bukan masalah ada tidaknya kendaraan dari arah lawan, ataupun ada tidaknya polisi yang berjaga disekitar trafic light tersebut. tetapi ini masalah hati, masalah keselamatan dan yang paling penting ini adalah masalah keimanan?
Rasanya, mungkin terlalu mengada-ada ketika kita menghubungkan masalah trafic light dengan keimanan. Tapi menurut saya, jelas hal ini ada hubungannya. Pernahkah kita berpikir, bahwa adanya trafic light itu untuk melatih rasa muroqobatullah kita? Ketika kita melanggar lampu merah yang sedang menyala, padahal kita tidak mempunyai urusan yang sangat amat mendesak, pernahkan terbersit dalam hati kita sebuah perasaan bersalah? seharusnya, ketika iman itu telah melekat kuat dalam hati, perasaan selalu diawasi oleh Allah, hendaknya juga selalu ada. Dimanapun berada dan dalam kondisi apapun. Bukankah dalam kita beribadah pun ada sebuah prinsip yaitu ihsanullah? Beribadalah kamu seolah-olah kamu melihat Allah. Namun bilapun kamu tak melihat Allah, maka percayalah bahwa Allah melihat kamu. Trus mengapa kita tak menerapkan prinsip itu untuk menghadapi sebuah peraturan yang jelas-jelas itu dibuat demi kebaikan bersama?
So, pliz, tolong berhentilah melanggar trafic light dan berbagai macam peraturan lalu lintas lainnya. Belajarlah untuk menerapkan muroqobatullah kita dimanapun berada. Ayo, mulailah melakukan sesuatu dari hal yang kecil, karena dari hal kecil itulah sebuah hal besar akan terwujud dan menjadi lebih berarti!
Bersemangat!
Merdeka!^_^
Merdeka juga…
Btw, Na dulu ak melanggar traffic langsung disemprit pak polisi, kena tilang deh..
hehehe